Selamat datang di beranda
Blog Ilmu Dunia Dan Akhirat
silahkan baca artikel-artikel kami

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Motto Hidup

"Tak Ada Kata Terlambat Untuk Berubah, Allah Selalu Membuka Pintu TaubatNya."

Blog Ilmu Dunia Dan Akhirat

Barang siapa yang menginginkan dunia, maka harus dengan ilmu. Dan Barang siapa menginginkan akhirat, maka harus dengan ilmu. Barang Siapa yang menginginkan keduanya, maka harus dengan ilmu.

Kisah Malaikat Izrail yang Menangis dan Tertawa Saat Mencabut Nyawa


Kematian merupakan rahasia ilahi dan tidak ada satu pun manusia yang dapat mengetahuinya. Tidak dapat dipastikan tibanya kapan, penyebabnya pun terkadang adalah sesuatu yang tidak terduga sebelumnya. Bahkan ada orang yang awalnya sehat, semenit kemudian bisa meninggal jika sudah ajalnya.
Dalam kitab Tadzkirah karangan imam Qurthubi dijelaskan, rahasia Allah SWT terhadap ajal ini telah membuat Malaikat Izrail menangis dan tertawa saat akan mencabut nyawa. Ia menyaksikan bagaimana manusia dengan percaya diri akan menyambut hari esok, tanpa mengetahui bahwa esok adalah hari kematiannya.
Kisah ini dijelaskan dalam kitab Tadzkirah karangan imam Qurthubi. Ia merupakan ahli tafsir terkemuka di kalangan Ahlussunnah.
ALLAH swt. bertanya kepada malaikat maut: “Apakah kamu pernah menangis ketika kamu mencabut nyawa anak cucu Adam?”
Maka Malaikat pun menjawab: “Aku pernah tertawa, pernah juga menangis, dan pernah juga terkejut dan kaget.”
“Apa yang membuatmu tertawa?”
“Ketika aku bersiap-siap untuk mencabut nyawa seseorang, aku melihatnya berkata kepada pembuat sepatu, ‘Buatlah sepatu sebaik mungkin supaya bisa dipakai selama setahun’,”.
“Aku tertawa karena belum sempat orang tersebut memakai sepatu dia sudah kucabut nyawanya.”
Allah swt. lalu bertanya: “Apa yang membuatmu menangis?”
Maka malaikat menjawab: “Aku menangis ketika hendak mencabut nyawa seorang wanita hamil di tengah padang pasir yang tandus, dan hendak melahirkan. Maka aku menunggunya sampai bayinya lahir di gurun tersebut. Lantas kucabut nyawa wanita itu sambil menangis karena mendengar tangisan bayi tersebut karena tidak ada seorang pun yang mengetahui hal itu.”
“Lalu apa yang membuatmu terkejut dan kaget?”
Malaikat menjawab: “Aku terkejut dan kaget ketika hendak mencabut nyawa salah seorang ulama Engkau. Aku melihat cahaya terang benderang keluar dari kamarnya, setiap kali Aku mendekatinya cahaya itu semakin menyilaukanku seolah ingin mengusirku, lalu kucabut nyawanya disertai cahaya tersebut.”
Allah swt bertanya lagi: “Apakah kamu tahu siapa lelaki itu?
“Tidak tahu, ya Allah.”
“Sesungguhnya lelaki itu adalah bayi dari ibu yang kau cabut nyawanya di gurun pasir gersang itu, Akulah yang menjaganya dan tidak membiarkannya.”
Silahkan KLIK&SHARE jika dirasa bermanfaat.....

RENUNGAN MASA DEPAN

Pernahkah anda berpikir dan merenung akan menjadi seperti apa anda beberapa tahun kemudian?
Setiap orang yang berpikir pasti pernah memikirkan hal ini, kecuali jika Anda oang yang tidak mempunyai tujuan, orang yang tidak berTuhan (lemah keimanannya pada Tuhan), dan tidak mempunyai semangat hidup. Disini saya akan menanggapi pertanyaan diatas dengan dua sudut yang berbeda. Karena saya pernah memikirkan hal tersebut dan mendapati dua hal yang berbeda.
1. Ketika saya memikirkan dan merenung tentang masa depan, maka saya akan mulai memikirkan sebuah impian yang besar dan saya akan susun rencana-rencana untuk menggapai impian itu. Setelah itu, tahap demi tahap saya akan melaksanakan rencana tersebut. Tidak peduli mudah tidaknya rencana tersebut, tidak peduli tercapai atau tidak impian saya itu, yang jelas saya akan terus berusaha. Saya tidak akan minder, saya tidak akan takut dan berputus asa. Kepala yang botak, latar belakang yang miskin tidak akan menyurutkan langkah saya sedikitpun. Karena saya yakin, Tuhan tidak akan diam ketika hambanya menginginkan sebuah kebaikan. Tuhan hanya akan memberikan kesulitan yang bisa saya atasi.
2. Ketika saya berpikir dan merenung tentang masa depan. Maka saya akan mulai memikirkan sebuah impian yang besar. Lalu pikiran saya akan melayang jauh, membayangkan semua impian itu dan menyusun strategi untuk menggapainya. Tapi kemudian banyak strategi yang saya rasa kurang mantap dan saya pikir akan gagal. Saya pun membuang satu persatu strategi yang saya buat. Mimpi yang saya impikan pun serasa mustahil dan mungkin akan gagal. Akhirnya saya membuang mimpi itu dan memikirkan sebuah impian baru. Lalu saya pikirkan strategi-strategi jitu untuk menggapainya yang mungkin akan berhasil. Tapi seperti sebelumnya, semuanya saya urungkan karena saya rasa semuanya akan gagal. Rasa takut dan khawatir pun datang. Saya tidak mempunyai rencana yang matang untuk masa depan saya. Dan kekhawatiran yang berlebihan itu berubah menjadi stress yang berat bagi saya karena saya memikirkannya terus menerus.
Sahabat-sahabat saya yang baik hatinya!
Jawaban yang pertama adalah jawaban dari orang-orang yang optimis, orang-orang yang pandai mensyukuri hidupnya. Dalam keadaan pun, dia akan tetap tenang. Masalah-masalah selalu dapat ia cari jalan keluarnya dan tidak dapat mengusik kedamaian jiwanya. Karena dia yakin, Tuhan selalu member masalah yang dapat kita selesaikan, betapapun sulitnya. Dan tugas kita hanyalah mencoba, bukan untuk berhasil. Karena Tuhan juga tidak melihat hasil yang kita dapat, tapi Tuhan melihat perjuangan kita untuk meraih semua hal baik yang kita inginkan.
Jawaban yang kedua adalah jawaban dari karakter orang yang perfeksionis, tidak Percaya Diri, dan sangat perasa. Dia tak pernah merasa tenang karena hidup yang dia rencanakan harus selalu sempurna. Jika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan rencananya, ia akan mudah merasa cemas. 
Penampilan pun selalu menjadi hal yang utama baginya. Pendapat orang lain yang buruk tentang dirinya akan mengganggu kesehariannya. Dia menjadi tidak syukur atas kehidupannya karena kelebihan yang telah diberikan Tuhan selalu dirasa kurang. Akhirnya, hidupnya tidak pernah bisa tenang.
Sahabat-sahabat saya yang baik hatinya!
Kedua sikap di atas pernah saya alami sebelumnya, terutama sikap yang kedua. Saya yakin Anda pun pernah mengalami hal yang sama. Biasanya kegalauan-kegalauan seperti no 2 itu terjadi pada masa-masa remaja atau masa transisi. Proses menuju kematangan memang selalu dihadapkan pada permasalah-permasalahan yang rumit dimana kita harus memilih satu prioritas yang akan menentukan masa depan kita. Masa depan itu tergantung dari apa yang kita putuskan saat ini. Tapi jangan sampai pemikiran-pemikiran kita akan masa depan mengusik ketenangan kita pada saat ini. Karena seperti yang kita tahu, masa lalu adalah kenangan yang takkan bisa kembali, dan masa depan adalah impian yang belum tentu bisa kita jalani. Masa lalu dan masa depan adalah hal yang ghaib. Masa lalu tidak bisa kita ulang kembali, sedangkan masa depan belum ada yang tahu jadinya seperti apa. Yang jelas, hari inilah kita hidup. Bersyukurlah dengan kehidupan yang kita dapat hari ini. Jangan sia-siakan kesempatan hidup yang diberikan Tuhan pada hari ini. Jadikan hari ini lebih bermanfaat, jadikan hari ini lebih bermakna dengan berguna bagi sesama.

Dikisahkan ada dua orang kakak beradik yang sama-sama mengelola toko kelontong. Kakak beradik ini mendapatkan modal dari ayahnya untuk menjalankan usaha toko kelontong yang lokasinya tidak terlalu jauh berbeda. Sang ayah hanya berpesan tentang dua hal yang perlu diperhatikan, yakni, " Pertama, jangan menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu dan kedua, setiap pergi dari rumah ke toko atau sebaliknya jangan sampai terkena sinar matahari."                                                                                                                       Waktu terus berjalan dan masing-masing berusaha mengelola tokonya dengan menjalankan pesan ayahnya. Setelah beberapa tahun ayahnya meninggal, kenyataan yang terjadi adalah anak yang lebih tua tokonya berkembang semakin besar, barang-barangnya semakin banyak dan menjadi semakin bertambah kaya. Sebaliknya, adiknya usahanya semakin menurun, barang-barangnya semakin menyusut dan menjadi semakin miskin.                      Ibunya yang melihat hal itu merasa heran dan menanyakan kepada masing-masing anaknya. Ketika ditanyakan kepada anak yang lebih kecil jawabnya adalah, " Semua ini karena saya mengikuti pesan ayah. Pesan pertama, saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, dan sebagai akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih. Ayah juga berpesan agar setiap pergi dan pulang dari rumah ke toko saya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya selalu membawa mobil atau naik taksi menuju toko atau pulang kerumah. Padahal, kalau mau dengan berjalan kaki saja sampai, tetapi karena pesan ayah demikian maka pengeluaranku menjadi bertambah banyak."                                         Sedangkan ketika Ibunya bertanya kepada anak yang lebih tua yang lebih berhasil mengelola tokonya, jawabnya adalah, " Semua ini berkat dua pesan ayah tersebut. Pertama ayah berpesan supaya saya tidak menagih hutang kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak menghutangkan kepada orang lain sehingga modal saya tidak susut. Kalau ada orang yang ingin berhutang, saya lebih senang memberikan bantuan uang sesuai kemampuan saya saja, sehingga saya tidak perlu menagih hutang. Ayah juga berpesan agar setiap berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya selalu berangkat ke toko dengan berjalan kaki lebih awal sebelum matahari terbit dan pulang  ke rumah lebih lambat sesudah matahari terbenam. Akibatnya toko saya buka sebelum toko lain buka dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup. Kebiasaan itu menjadikan banyak orang tahu dan tokoku menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih panjang."
            Sahabat semuanya, kisah diatas saya dapatkan dari seorang teman yang entah dari mana sumber aslinya. Mungkin bukanlah kisah nyata, namun sesungguhnya memberikan pelajaran bermakna kepada kita semua, bahwa sebuah pesan atau kalimat dapat ditangkap berbeda sehingga memberikan hasil yang berbeda. Kalau seseorang mampu melihat dengan "positive attitude" maka ia berhasil menangkap pesan itu menjadi positif, pikirannyapun positif, tindakannyapun positif dan hasilnya adalah positif pula. Sebaliknya kalau pesan itu ditangkap dengan persepsi yang berbeda, maka pesan itu dianggap sebagai sebuah kesulitan bukan sebuah tantangan, hal ini akan mempengaruhi pikiran dan tindakannya, dan hasilnya adalah sesuatu yang negatif.
Setiap kalimat yang datang kepada diri kita dapat berarti positif atau negatif kepada diri kita, sesungguhnya pilihannya ditentukan oleh diri kita sendiri. Semua yang datang kepada diri kita, apakah itu negatif atau positif sesungguhnya tergantung bagaimana kita mengartikannya. Tanpa kita memberikan arti, maka setiap kalimat maupun keadaan yang datang  kepada kita tidak akan memiliki makna sama sekali terhadap diri kita.
Yang perlu kita pahami adalah bahwa salah satu kunci keberhasilan hidup kita adalah bagaimana kita dapat mengembangkan KONSEP DIRI POSITIF. Konsep diri positif ini seperti sebuah sistem operasi yang mempengaruhi mental dan kemampuan berpikir positif seseorang. Konsep diri positif ini dapat masuk kedalam pikiran seseorang dan mempunyai bobot pengaruh yang besar terhadap kemampuan menerima dan mempersepsikan setiap pesan yang datang. Semakin positif konsep diri seseorang maka akan semakin mudah menangkap dan mempersepsikan setiap pesan yang datang  menjadi sebuah pesan yang positif.
            Demikian pula sebaliknya. Konsep diri positif memiliki peranan yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan hidup seseorang. Karena konsep diri positif dapat mempengaruhi pola pikir dan tindakan seseorang menjadi positif dalam kehidupannya. Hasilnya adalah karakter pribadi positif yang menjadi modal bagi kesuksesan hidup. Nah, bagaimana dengan Anda ?. Pilihannya ditentukan oleh diri Anda sendiri.

NASEHAT OM MARIO


Anak Muda: Om Mario, hidup ini khan tidak semudah omongan Om Mario.
  Om Mario: He he...

Anak Muda: Lho khoq ketawa?
  Om Mario: Yah memang itu perasaanmu, masa' saya ikut campur.

Anak Muda: Tapi benar gak itu Om?
  Om Mario: Apa?

Anak Muda: Hidup ini gak semudah omongan Om Mario.
  Om Mario: Bagi siapa?

Anak Muda: Hmm...
  Om Mario: Hayoo, tidak mudah bagi siapa?

Anak Muda: Hmmm... bagi aku kali ya?
  Om Mario: Nah itu dia. Kalau menurutmu hidup ini tak semudah bicara saya, menurutmu yang mudah menurut siapa?

Anak Muda: Hmm... kok jadinya aku kehilangan kata-kata ya?
  Om Mario: He he .. begini, hidup ini tidak mudah bagi orang yang lebih lemah daripada keharusannya.

Anak Muda: Maksudnya Om?
  Om Mario: Kalau keharusanmu lebih besar daripada kemampuanmu, engkau akan kesulitan.

Anak Muda: Terus?
  Om Mario: Yah kalau begitu, siapa pun yang bicara, engkau akan tetap merasa kehidupan ini sulit.

Anak Muda: Terus aku harus bagaimana?
  Om Mario: Terserah sepenuhnya kepadamu. Mau tumbuh dengan nasihat, atau mau menghujat nasihat sambil meneruskan cara hidup yang terbukti membuatmu susah.

Anak Muda: Yah, aku nggak suka dinasihati.
  Om Mario: Kenapa?

Anak Muda: Itu khan cuman omongan.
  Om Mario: Hmm... tidak semua omongan itu cuman. Hanya orang cuman yang omongannya cuman. Kalau orang pandai, ya omongannya pandai. Kalau orang penyayang, omongannya adalah untuk kebaikanmu.

Anak Muda: Tapi khan jalaninya sulit Om?
  Om Mario: Memang.

Anak Muda: Terus bagaimana?
  Om Mario: Jalani saja.

Anak Muda: Tapi khan sulit Om?
  Om Mario: Memang.

Anak Muda: Terus gimana?
  Om Mario: Ini khoq ngajak muter-muter? Sesuatu yang sulit itu harus kau jalani, agar menjadi lebih mudah. Kesulitan yang kau diamkan saja, akan menjadi lebih sulit.

Anak Muda: Tapi khan sulit Om?
  Om Mario: Sini sini... aku mengerti perasaanmu. Adikku, ini semua memang sulit, tapi bukan karena semuanya sulit, tapi karena engkau belum mampu.

Anak Muda: Memangnya ada yang hidupnya mudah?
  Om Mario: Hmm... kehidupan mereka sebetulnya sama sulitnya atau bahkan lebih sulit daripada kehidupanmu, tapi mereka lebih sabar, lebih cepat bertindak, tidak hanya berdoa - tapi mereka juga pekerja keras, mereka tidak suka membolos sekolah - jadi lebih tahu cara berpikir, dan mereka menghormati orang tua dan guru.

Anak Muda: Kalau aku kayak mereka juga, nanti hidupku lebih mudah?
  Om Mario: Tidak. Hidupmu akan sama sulitnya, seperti hidup Om juga, tapi kesulitannya sudah tidak terasa lagi, karena engkau menjadi lebih kuat.

Anak Muda: Jadi, kalau begitu, sebetulnya kalo aku bener-bener coba, aku bisa ya Om?
  Om Mario: Ya.

Anak Muda: Mulai kapan ya Om?
  Om Mario: Segera.

Anak Muda: Tapi gak tahu caranya?
  Om Mario: Lha yang selama ini Om-mu ini bicarakan itu apa?

Anak Muda: Ooh itu cara buat aku lebih kuat ya Om?
  Om Mario: (Garuk-garuk kepala sambil tidak tahu mau senyum apa menangis)... yah mungkin seperti itulah?!

Anak Muda: Om khoq kelihatan sedih?
  Om Mario: Yah begitulah...

Anak Muda: Sabar ya Om. Aku minta maaf ya? Selama ini aku kira Om cuman hobi nyiksa anak muda pake nasihat. Ternyata Om baik juga hatinya.
  Om Mario: He eh...

Anak Muda: OK dah, memang hidup ini tidak mudah, tapi bisa tidak terasa kesulitannya jika kita memampukan diri.
  Om Mario: Wow! Itu bahasa dewa! Super sekali!

Anak Muda: Terima kasih Om. Seharusnya Om tahu, banyak anak muda itu sebetulnya super, tapi sedang pakai wajah galau.
  Om Mario: Kenapa begitu?

Anak Muda: Galau itu sementara dan OK, tapi sukses adalah hak yang harus diupayakan!
  Om Mario: Terus saya harus bilang wow! gitu?

Anak Muda: Tidak cukup Om. Om harus bilang WOW sambil salto.
  Om Mario: He he... you are so cute. I love you.

Anak Muda: I love you too, Om. Sudah sana jalan gih Om, aku mau sibuk.
  Om Mario: He he... you remind me of myself. The best of success ya?

Anak Muda: Aamiin. Bye Om..
  Om Mario: Wa'alaikum salaam.

HIDUPLAH PADA HARI INI

 Salah satu kesalahan manusia adalah membebani masa sekarang dengan beban-beban masa depan yang panjang.
Di kala seseorang sedang berangan-angan, maka pikirannya akan melintas jauh ke dalam suatu garis yang tiada ujung, lalu dengan cepat pikiran itu beralih menjadi suatu kecemasan yang merongrong hidupnya. 
Mengapa anda biarkan kebimbangan dan kecemasan akan masa depan merajalela dalam sanubari anda?
Hadapilah Hidup HARI INI !
Ini lebih baik dan lebih bermanfaat serta lebih memberikan kemaslahatan bagi kehidupan anda.
Dale Carnegie pernah mengadakan sejumlah percobaan yang melibatkan orang-orang yang berhasil. Orang-orang yang tidak menggantungkan dirinya pada hari esok yang masih gelap, tetapi hanya sibuk oleh kegiatan hari ini. Hasil Percobaan itu mereka tuangkan dalam ungkapan berikut:

"Our main business is not to see what lies dimly at a distance, but to do what lies clearly at hand"
Kepentingan utama bukanlah untuk apa yang terletak samar-samar dikejauhan, tetapi untuk mengerjakan apa yang jelas berada di tangan

Ini adalah wejangan Thomas Carlyle..
Dan Dale Carnegie menambahkan bahwa, Dokter Osler telah menghimbau para mahasiswa Yale University untuk memulai hari ini dengan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa: "Berilah Kami REZEKI pada HARI INI"
Ia mengingatkan mereka bahwa doa tersebut hanya untuk memohon rezeki hari ini saja. Doa tersebut tidak mengajarkan untuk mengeluh tentang nasi yang sudah basi pada hari kemarin, dan tidak juga mengatakan : Oh Tuhan, kemarau sangat panjang, kami kuatir tidak mendapatkan makanan pada musim semi yang akan datang.! Atau, bagaimana saya dapat memberi makan istri dan anak-anakku, sedang saya telah kehilangan pekerjaan?
Sesungguhnya ia tidak gentar menghadapi kecemasan-kecemasan yang masih belum dapat dipastikan itu. Doa tersebut hanya mengajarkan kepada kita rezeki hari ini saja. Karena rezeki hari ini adalah satu-satunya rezeki yang dapat anda nikmati hari ini.
Hidup pada hari ini adalah sesuai dengan Sabda Rasulullah saw,
"Barang siapa memasuki pagi dengan perasaan aman dalam hatinya, sehat badannya, mempunyai makanan untuk hari itu, maka seakan-akan dunia dengan segala isinya digiring ke dalamnya." (H.R At-Tirmidzi)

Sesungguhnya memberati pikiran dengan kesulitan yang belum tiba waktunya itu adalah suatu kebodohan yang nyata. Walaupun seseorang benar dalam sesuatu bayangkan, namun merusak masa sekarang dengan suatu hal yang akan berlaku di masa datang merupakan satu kesalahan yang tidak mudah dimaafkan. Seharusnya seseorang memulai harinya seakan-akan hari itu merupakan satu alam yang terpisah dari himpunan waktu dan tempat.

Sebagian orang ada yang meremehkan keselamatan dan ketenangan dalam jiwa dan keluarganya yang telah diberikan Allah kepadanya. Mereka menganggap kecil nikmat-nikmat Allah yang besar ini dan membesar-besarkan kegagalan mereka dalam mengumpulkan kekayaan atau gagal dalam mendapatkan posisi yang mapan. Sikap merendahkan nikmat Allah ini adalah suatu tanda bahwa mereka tidak bersyukur terhadap keadaan, dan ini merupakan penyimpangan terhadap agama dan dunia.

Bercermin Diri


Sahabatku…….
Dalam keseharian kehidupan ini, kita sering kali melakukan aktivitas bercermin. Tidak pernah bosan barang sekalipun, padahal wajah yang kita tatap itu-itu juga, aneh bukan? Bahkan hampir pada setiap kesempatan yang memungkinkan, kita selalu menyempatkan diri untuk bercermin. Mengapa demikian? Sebabnya kurang lebih karena kita ingin selalu berpenampilan menarik, bahkan sempurna. Kita sangat tidak ingin berpenampilan mengecewakan , apalagi kusut dan acak-acakan tak karuan. Hanya saja, jangan sampai terlena dan tertipu oleh topeng sendiri, sehingga kita tidak mengenal diri yang sebenarnya, terkecoh oleh penampilan luar.
Oleh karena itu, marilah kita jadikan saat bercermin tidak hanya “topeng” yang kita amati, tapi yang terpenting adalah bagaimana isi topeng yang kita pakai ini. Yaitu diri kita sendiri.

Sahabatku……..
Mulailah amati wajah kita seraya berkata, “Apakah wajah ini yang kelak akan bercahaya di syurga sana ataukah wajah ini yang akan hangus legam terbakar dalam bara jahannam?” Lalu tatap mata kita, seraya bertanya, “Apakah mata ini yang kelak dapat menatap penuh kelezatan dan kerinduan, menatap Allah yang Maha Agung, menatap keindahan syurga, menatap para Nabi, menatap kekasih-kekasih Allah kelak? Ataukah mata ini yang akan terbeliak, melotot, menganga, terburai, meleleh ditusuk baja membara? Akankah mata terlibat maksiat ini akan menyelematkan? Wahai mata! Apa gerangan yang kau tatap selama ini?”

Lalu tataplah mulut ini, “ Apakah mulut ini yang di akhir hayat nanti dapat menyebut kalimat Thoyyibah, “Laailaahaillallah”, ataukah akan menjadi mulut berbusa yang akan menjulur dan di akhirat akan memakan buah zakum yang getir menghanguskan dan menghancurkan usus serta menjadi peminum lahar dan nanah? Saking terlalu banyaknya dusta, ghibah, dan fitnah serta orang yang terluka dengan mulut kita ini!”

Wahai mulut! Apa gerangan yang engkau ucapkan? Betapa banyak dusta yang engkau ucapkan. Betapa banyak hati hati yang remuk dengan pisau kata-katamu yang meniris tajam? Betap banyak kata-kata manis semanis madu yang engkau ucapkan untuk menipu beberapa orang? Netapa jarangnya engkau jujur? Betapa jarangnya engkau menyebut  nama Allah dengan lulus? Betapa jarangnya engkau syahdu memohon agar Allah mengampunimu

Sahabatku………
Tataplah diri kita dan tanyalah, “Hai kamu ini anak sholeh atau anak durjana? Apa saja yang telah kamu peras dari orang tuamu selama ini? Dan apa yang telah engkau berikan? Selain menyakiti, membebani, dan menyusahkannya? Tidak tahukah engkau betapa sesungguhnya engkau adalah makhluk tiada tahu balas budi!”

“Wahai tubuh, apakah engkau yang kelak akan penuh cahaya, bersinar bersuka cita, bercengkrama di surge sana? Atau tubuh yang akan tercabik-cabik hancur mendidih di dalam lahar membara jahannam tanpa ampun dengan derita tiada akhir?”

“Wahai tubuh, betapa banyak maksiat yang engkau lakukan? Berapa banyak orang-orang yang engkau dzalimi dengan tubuhmu? Berapa banyak hamba-hamba Allah yang lemah yang engkau tindas dengan kekuatanmu? Berapa banyak perindu pertolonganmu yang engkau acuhkan tanpa peduli padahal engkau mampu? Berapa pula hak-hak yang engka rampas?”

“Wahai tubuh, seperti apa gerangan isi hatimu? Apakah tubuhmu sebagus kata-katamu atau malah sekelam daki-daki yang melekat di tubuhmu? Apakah hatimu segagah ototmu atau selemah daun-daun yang mudah rontok? Apakah hatimu seindah penampilanmu atau malah sebusuk kotoran-kotoranmu?”

Sahabat………
Ingatlah amal-amal kita, “Hai tubuh apakah engkau ini makhluk mulia atau menjijikan? Berapa banyak aib-aib nista yang engkau sembunyikan dibalik penampilanmu ini? Apakah engkau ini dermawan atau si pelit yang menyebalkan? Berapa banyak uang yang engkau nafkahkan dan bandingkan dengan yang engkau gunakan untuk selera rendah hawa nafsumu.”
“Apakah engkau ini sholeh atau sholehah seperti yang engkau tampakkan? Khusyuk-kah sholatmu, dzikirmu, doamu, ikhlaskah engkau lakukan semua itu?
Jujurlah hai tubuh yang malang! Ataukah menjadi makhluk riya tukang pamer!” Sungguh betapa beda antara yang Nampak di cermin dengan apa yang tersembunyi. Betapa aku telah tertipu oleh topeng? Betapa yang kulihat selama ini hanyalah topeng, hanyalah seonggok sampah busuk yang terbungkus topeng-topeng duniawi!

Sahabatku……..
Sesungguhnya saat bercermin adalah saat yang tepat agar kita dapat mengenal dan menangisi diri ini.

TIPS TRIK KOLOTIBABLO

Kali ini saya ingin menulis beberapa tips kerja ngetik online captcha di kolotibablo menggunakan software kolotibablo multi id untuk mengoptimalkan kerja Anda, tips trik ini saya dapatkan dari www.paidtotyping.com. Anda beruntung menemukan blog sederhana ini,karena Anda bisa kerja online ngetik captcha menggunakan software kolotibablo multi id tanpa perlu mengeluarkan banyak uang seperti di paidtotyping

Disini saya hanya memberikan tips untuk memaksilkan pendapatan, 
Tipsnys saya bagi jadi dua, pertama adalah tips bagi pemula yang baru kenal "kerja online" ini.Tips kedua adalah extra tips dalam menggunakan software kolotibablo

1.  TIPS UNTUK PEMULA 
  • Cukup kerja bebrapa jam saja dalam sehari asal teratur dan berkesinambungan,Contohnya 2jam di pagihari,1 jam di siang hari dan 1jam di malam hari. 
  • Jangan terlalu ambisi untuk mendapatkan penghasilan besar dalam waktu singkat,hingga kerja mati-matian gak kenal waktu yg mengakibatkan banyak menguras energi dan kinerja langsung turun drastis di kemudian hari 
  • Jangan pesimis karena sudah berhari-hari kerja namun belum mencapai minimum pembayaraan 
Di kolotibablo posisi tingkatan/level mempengaruhi penghasilan,untuk pemula dituntut kesabaran hingga mencapai potensi peghasilan yang maximal. Dan perlu diingat, di kolotibablo kalau kinerja kita menurun dari hari-hari sebelumnya, maka akan ada penurunan rating. Itu saya rasakan sendiri, tapi jangan khawatir, dalam beberapa jam, rating juga bisa kembali seperti semula, asalkan kinerjanya Bagus.

Untuk mencapai kesuksesan di bidang apapun dibutuhkan kerja keras 

2.  EXTRA TIPS

  • Dalam kerja mengetik captcha ada beberapa tips untuk mengoptimalkan pendapatan Anda,silakan di coba dan saya tunggu gimana pendapat brother karena saya juga masih belajar 
  • Cek koneksi ISP Anda ke server Kolotibablo caranya klik start,klik run,isikan dengan PING 209.212.39-t kemudian enter,dengan menggunakan pengecekan ping ini,captcha dapat masuk sekitar 4x lebih cepat daripada tanpa melakukannya ping ini. 
  • Mengoptimalkan Kecepatan Software dengan cara buka Task Manager(ctrl+alt+del) carilah program kB.exe,klik kanan pada kB.exe->set priority->Realtime,kemudian akan muncul warning klik yes kemudian tutuplah taskmanager Anda,dengan begini kecepatan software kolotibablo akan bertambah 3x lebih cepat dari biasanya,captcha pun muncul lebih lancar 










Demikian petikan tips ini moga bermanfaat,ini juga hanya sekedar share aja dan saya tunggu saran dan masukan Anda

Follow by Email

Most Reading

Mengenai Saya

Foto Saya
Saya Nurhadi Anshori, lahir pada 09 desember 1991 di Bandung. Dibesarkan dari keluarga yang cukup agamis, dimana penekanan terhadap agama telah ditancapkan oleh Ayah saya sejak dini. Anak kedua dari enam bersaudara. Cita-cita saya selalu berubah-ubah, sesuai dengan kondisi saya saat ini. Yang jelas, saya ingin jadi orang yang berguna, berbakti kepada orang tua, berjuang demi agama dan syahid dalam pertempuran.
Template Oleh trikmudahseo